« Home | Semarang Undercover 4 »

Semarang Undercover 5


Semarang Undercover (5)
Layanan Seks Berkedok Therapis
Beberapa waktu silam disebuah majalah terbitan Surabaya, hampir separuh halamannya berisikan iklan therapi seks. Mulai dari yang memperpanjang, memperkeras, mengatasi frigid, membuat tahan lama, dsb dsb. Tentunya layanan ini dengan memasang mahar yang tak murah dan dari ratusan pengiklan tersebut, mencuat nama Mak Erot yang konon memang ampuh membuat ukuran alat vital laki-laki makin panjang.
Lantas apa hubungannya dengan yang I-plus temui belakangan ini di Semarang dan bebrapa kota di Jawa Tengah? Ternyata di beberapa koran lokal banyak iklan koloman yang menawarkan layanan serupa, apalagi dengan adanya embel-embel ‘Bisa Dibuktikan!’.
Berangkat dari rasa penasaran, I-plus mencoba mengontak beberapa nomer yang terpampang di sebuah harian Semarang. Hasilnya....iklan tersebut nayatanya hanya akal-akalan sejumlah wanita penjual kenikmatan dengan variasi tampilan baru, namun tetap berakhir UUS ‘Ujumg Ujungnya Seks’!
Sebut saja Mira, dia menawarkan jasa therapi dan konsultasi mengenai problematika alat kelamin pria di tempat prakteknya di kamar 318 sebuah Hotel di kawasan Semarang atas. Tarifnya murah hanya Rp 75 ribu sekali therapi. “Mas bisa langsung buktikan lho...” tawarnya dengan nada kenes dari ponselnya bernomer 081575325xxx.
Singkat cerita I-plus menuju target, tanpa basa-basi begitu sampai tujuan mbak Mira meminta I-plus melepas pakaian bagian bawah. Dengan cekatan dia memijat memakai minyak yang dikatakan dari hewan melata di pedalaman Kalimantan. Namun dalam hati I-plus yakin betul, dari bau dan warnanya adalah minyak dari binatang bulus (sejenis kura-kura), yang selama ini diyakini bisa mengencangkan (maaf) buah dada wanita.
Diselingi tanya jawab dan basa-basi sekitar 40an menit, mbak Mira mengakhiri therapinya. “Bagaimana mas, ada perbedaan? Kalau mas ndak percaya bisa kok dibuktikan langsung.”
Awalnya I-plus masih tak mengerti maksud ucapan wanita yang mengaku berasal dari Pekanbaru itu. Namun akhirnya I-plus sadar setelah mbak Mira mengontak melalui telpon kamar dan datanglah seorang wanita bertubuh seksi, sebut saja Novi.
Dari promo yang diberikan mbak Mira, Novi bisa melayani all time dan semua variasi yang diperlukan sebagai pembuktian therapi yang dilakukannya, tentu saja dengan tambahan tarif yang telah disepakati. Untuk menghapus rasa penasaran terpaksa I-plus menambah satu lembar uang seratus ribuan ke mbak Mira. Hasilnya....I-plus mengakui ketajaman analisa mbak Mira. Kendati tahu bahwa therapi yang dilakukannya hanya sekedar kamuflase.
Dan dari penelusuran I-plus menemukan tempat-tempat yang biasa dipakai praktek di antaranya Hotel S dan AA di bilangan Sriwijaya, kemudian Hotel I di jalan Mt Haryono, Hotel E dan NP di kawasan Semarang atas. Bahkan di Hotel AA, ada sekitar 4 wanita therapis yang melakukan praktek terselubung disana.
Dari pengakuan pelayan hotel, mereka memang tak bisa melarang atau mengadukan praktek yang dilakukan para therapis tersebut. Karena mereka melakukan prosedur yang benar dalam sewa menyewa kamar, mulai dari pembayarannya sampai identitas yang lengkap.
“Bagaimana lagi Mas. Mereka itu legal dalam artian tamu hotel, tapi masalah ilegal tidaknya yang mereka lakukan, selama tidak merugikan atau membuat gaduh tamu lainnya...kami tak bisa melarang,” tutur salah seorang pelayan di Hotel AA.
Jutaan Rupiah
I-plus menyoroti kiprah para wanita penawar kehangatan tak bisa lepas dari alasan klise masalah sulitnya mencari biaya hidup. Dari beberapa wanita yang beroperasi di Semarang adalah Melati, meski baru berusia 19 tahun namun ternyata dia memiliki kepedihan hidup yang mestinya belum pantas dilakoni gadis seusianya.
Kali ini yang ingin dibahas bukan soal pijat memijatnya. Setelah ngobrol banyak dengan dia, dia bercerita mengenai how much they spend money for their living.
Yangg bikin gw shock adalah, dia mengaku bahwa dalam seminggu, dia mengeluarkan uang sebanyak Rp. 1 juta hanya untuk keperluan membeli sepasang baju atau pakaian tidur. Dan itu dia lakukan rutin setiap minggu dalam sebulan. Dia juga bilang bahwa dia hanya beli pakaian yg bermerek, even for lingerie. So, Rp 4 juta dalam sebulan hanya untuk keperluan pakaian.
Belanjanyapun tidak jarang dia di Matahari atau Citraland Mall.
Lantas bagaimana dengan keperluan sehari-hari yang lain mengingat dia sudah punya anak berusia balita. Sedikit kilas balik ke lokasi eksekusi, pada saat dia menawarkan ++, dia sama sekali tidak pernah memasang harga. She just do it...
Ada lagi Yuni yang dobel profesi, sebagai pemijat ++ juga menjadi ciblek -- cilik-cilik betah melek-- atau sekarang juga dikonotasikan ‘cilik-cilik iso digemblek’. Yuni terpaksa melakoni dunia gelap untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya dan menyekolahkan adiknya.
Awalnya, sebagian besar ciblek di Semarang mengaku terbentur masalah ekonomi. Namun setelah menjadi ciblek, mereka tidak lagi sekadar mengejar kebutuhan ekonomi, tetapi mulai mengejar materi lebih.
Mereka mengatakan asyik menjadi ciblek, karena mudah memperoleh uang banyak. Mereka bisa beli baju yang bagus-bagus, handphone terbaru, dan perhiasan. Akhirnya mereka enggan untuk berhenti.
I-plus juga pernah mewawancarai Noni (18), seorang ciblek di Simpang Lima. Ketika berusia 10 tahun, Noni sudah mulai mengenal pria. Saat itu ia disuruh ”turun ke jalan” oleh ibu kandungnya, mengikuti jejak kakak perempuannya.
”Saya diharuskan menyetor sejumlah uang setiap hari,” cerita Noni mengenang masa lalunya. Tidak terlalu membekas dalam ingatannya, bagaimana pertama kali ia bergaul dengan pria.
Karena kenyang pengalaman di lapangan, Noni kemudian menjadi ”bos”‘ sejumlah ciblek di Semarang. Oleh anak buahnya ia dipanggil ”mami”. Sebagai ”mami” muda, Noni juga melayani bila ada pria yang mengajak.
”Biasanya saya tawarkan anak-anak. Tapi sering kali pria memaksa agar saya yang menemani. Ya, terpaksa saya layani untuk menyenangkan pelanggan,” tuturnya.
Ciblek yang menjadi anak buah Noni, tidak mangkal di mal atau di tempat-tempat hiburan seperti klub malam, karaoke, atau diskotek. Mereka keluyuran di jalan-jalan atau mangkal di kafe-kafe serta warung tenda yang menyediakan teh poci, wedang jahe serta minuman lain yang hangat-hangat di seputar Simpang Lima.
Kalau ada konsumen yang memesan, harganya bervariasi antara Rp 100.000,00 - Rp 200.000,00. Namun yang bertarif Rp 25.000,00 - Rp 50.000,00, juga disediakan.
**
SALAH satu anak ”asuhan” Noni yang tergolong imut-imut adalah Wati (12). Menurut gadis yang ”bau kencur” ini, dunia pelacuran dianggapnya lebih dapat memberikan hasil yang lebih besar dan lebih cepat, dibandingkan jika dirinya harus ngamen atau berjualan koran.
Sudah dua tahun Wati berada di ”kegelapan malam”. Awalnya, saat usia l0 tahun, ia diperkosa tetangganya ketika tidur siang. Ketika kasus itu disampaikan kepada ibunya, Wati justru dimarahi habis-habisan. Belakangan baru diketahui bahwa ternyata ibunya menerima imbalan sejumlah uang dari tetangganya tersebut.
Mulai saat itulah, Wati turun ke jalanan. Bahkan, baru beberapa minggu ”buka praktik”, Wati sudah mampu membeli pakaian bagus, kosmetik, serta seabrek kebutuhannya layaknya gadis-gadis belia.
Saya jadi berpikir..., jadi beberapa dari mereka yg berprofesi sebagai pemijat freelance, walaupun tak setiap hari mendapat ‘korban’, hidup mereka sebenarnya gak susah-susah juga ya? Bukanlah yang kesulitan keuangan sehingga harus terjun di dunia ++ seperti itu.
Atau mungkin kali ini I-plus salah penilaian juga. Apakah kebutuhan seorang wanita biasapun seperti itukah? Maksudnya dalam segi pengeluaran dana utk keperluan sehari-hari?
Dengan hasil ratusan ribu setiap malam, apakah para penjaja kenikmatan ini bisa hidup layak ataukah mereka malah terjerumus dalam pergaulan dengan narkoba atau jenis pekat lainnya? Ikuti terus penelusuran I-plus di edisi mendatang.bersambung

-------------------------------------------------------------------------
Beriklan Di Internet
Pingin tahu kayak apa iklan layanan seks di beberapa alamat situs internet yang terbilang akurat? Ini salah satunya yang sempat I-plus temui.
“Alo teman-teman....
hi..hi ..hi ..hi gw mau nawarin diri nih.... tp gw jd bingung ya gimana nawarin dirinya.
Intinya gw bisa di ajak Check In! bisa di ajak susah juga heheh becanda deng!.
SErvice yg gue bisa : ML, Oral , Anal , Cum IN Mouth , Mandi kucing , Mandi Bareng , Mandi Kambing ( eh ga ada yahh ), Telen Sperma (perna juga sih dulu ..ama siapa ayo?), Variant style of Sex . Intinya All I can do tergantung elo ngerayunya..tp jgn lupa loh SAFE SAX !
Gue ini orgnya FLEKSIBLE, JUTEX ( KLo lo duluan yg bikin gw jutex ) , BAIK..jd lebih baik lg klo telpon aza
KE : 081380330082 ( call me before 11 pm ).
Ciri2 gue : 150cmn / 43 kgs(skrg) / bra 34 / Balcksweet skin / BRown hair / Idung Mancung / Kt org mIrip Arab ..pdhal gue Asli Jawa-Jambi/.
Gue ga sk di Bandingin ma cewek2 lain..krn setiap org punya kelebihan & kekurangan msg2 ..apa lg klo bkn Sex APPeal.
To know me kunjungi :
http://pg.photos.yahoo.com/ph/simungile/my_photos
(KLIk 2x trss temen2 Klik lg yg ada bacaannya "KLIK DISINI " ... ini pic Asli gue ..liat aza background nya rata2 di Htl PCG sama di KMR Gue ...di foto tampak terlihat putih krn cahayanya terang bkn dibuat2..tp aslinya blacksweet skin)
or Add me di Fs : enakbuateloh@yahoo.com or enakbuatkamu@yahoo.com.
Soal Harga dll nya di di bicarakan di telpon aza deh.
TO Booking telp 3 jm sblmnya atau lbh baik lg telp 1 hr sblmnya ( tp jrg yg kayak gini.. ) utk gw PRepare (krn gw bkn Robotyg saat lo butuh saat itu jg gw bisa lsg datang ...bth waktu )
Oh ya satu lg m teman2 klo mau ngobrol / berbicara sama aku di telpon awalnya lebih baik To the point aza...nah nanti klo udah di tengah baru deh boleh basa basi. TRs Nelponnya jgn pake Nomer rumah / ktr ya ==) klo yg begini suka nya basa basi aza, alias pengen tau duang !!